HIMAP dan Alumni AP Bagi Ratusan Paket Takjil

Yogyakarta

Sebanyak 150 paket takjil dibagikan pada warga. Acara bagi-bagi takjil yang diadakan Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMAP) dan Alumni AP ini berlangsung Senin, 24 Maret 2025. Ratusan paket takjil itu dibagikan pada warga yang melintas di sekitar Kampus Mangkubumen dan Kampus Terpadu Universitas Widya Mataram (UWM).

Ketua HIMAP, Ringga Arum Kusuma Putri mengatakan, kegiatan itu diadakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa dan alumni Prodi Administrasi Publik, Fisipol Universitas Widya Mataram pada sesama di bulan Ramadan ini.

”Dalam kegiatan ini dibagaikan 150 paket takjil pada warga yang melintas di sekitar Kampus Mangkubumen dan Kampus Terpadu Universitas Widya Mataram. Ini sebagai bentuk kepedulian kita pada warga yang sedang menjalankan ibadah puasa,” jelas mahasiswi angkatan 2023 ini.

Dia berharap aksi ini bisa menggugah rasa kepedulian pada sesama dan akan dilakukan sebagai program rutin tiap bulan Ramadan. ”Acara ini akan kami lakukan setiap tahun,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Ketua Program Studi (Kaprodi) Administrasi Publik, SL. Harjanta mengatakan, selain sebagai bentuk kepedulian, aksi yang dilakukan HIMAP dan Alumni AP merupakan wujud toleransi beragama. Sebab, dalam aksi bagi-bagi takjil juga dilakukan mahasiswa non muslim.

”Prodi mendukung kegiatan bagi-bagi takjil yang diadakan HIMAP. Dalam kesempatan ini saya juga mengucapkan terimakasih pada alumni yang mendukung kegiatan tersebut,” pungkasnya.

Magang, Mahasiswa Prodi Administrasi Publik Tambah Bekal Saat Lulus

Yogyakarta

Setelah satu bulan berada di lokasi magang, mahasiswa Prodi Administrasi Publik Universitas Widya Mataram (UWM) kembali ke kampus. Sebelumnya, para mahasiswa melakukan praktik magang di delapan instansi pemerintah yang berada di Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.

Setelah menyelesaikan magang, mahasiswa mengaku mendapatkan pengalaman, wawasan sekaligus ilmu baru. Hal ini dikatakan salah satu mahasiswa Siprianus Yosep Bulu. Sebelumnya, dia melakukan magang di Satuan Polisi Pamong Praja, Kabupaten Sleman.

”Magang di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman memberikan pengalaman berharga dalam memahami tugas dan fungsi aparatur pemerintah dalam menjaga ketertiban dan pelayanan masyarakat. Selain itu, pengalaman turun langsung ke lapangan untuk penyuluhan dan pelayanan publik menambah wawasan serta keterampilan dalam berinteraksi dengan masyarakat,” jelasnya.

Hal sama disampaikan Fajar Bayu yang kuliah magang di Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Menurutnya, magang memberikan pengalaman dan pembelajaran di luar kelas yang sangat berharga. ”Selama magang kita mengetahui dan praktik langsung tugas-tugas yang ada di Dinas Pendidikan,” tambahnya.

Sebelumnya, Kasubag Urusan Kepegawaian, Dinas Pendidikan Sleman, Alfiani Leonita mengatakan menyambut baik dan berterimakasih atas keberadaan mahasiswa magang dari Prodi Administrasi Publik UWM. Menurutnya, apa yang dipelajari mahasiswa di kelas relevan dengan tugas-tugas yang dilaksanakan di dinas tersebut.

Sementara itu, Kaprodi Administrasi Publik, SL. Harjanta menjelaskan, Mata Kuliah Magang diikuti 29 mahasiswa angkatan 2022. Magang sendiri dimulai pada 3 hingga 28 Februari 2025. Dia berharap, mahasiswa yang telah selesai magang melengkapi teori sekaligus pratik dan bermanfaat ketika mereka ke depan memasuki dunia kerja.

“Terimakasih pada seluruh instansi yang telah menerima mahasiswa kami untuk magang. Semoga kerjasama ini bisa dilanjutkan tahun depan,” pungkasnya.

Dalam program magang ini bertindak sebagai dosen pembimbing yaitu Syakdiah, M.Si, Suwarjo, M.Si, Retno Kusumawiranti, M.PA, Dr. Oktiva Anggraini dan SL. Harjanta. (haj)

Dosen dan Mahasiswa Prodi AP Luncurkan Buku Tantangan Revolusi Industri 4.0: Transformasi Indonesia Emas

Derasnya perubahan dan tantangan di era Revolusi Industri 4.0  menyebabkan ketidakpastian yang komplek di berbagai bidang kehidupan. Indonesia yang diperkirakan menjadi kekuatan besar di dunia internasional menjadi sorotan mengingat potensi sumber daya  yang dimiliki hingga bonus demografi yang menjanjikan sebagai aset ketahanan bangsa. Curahan ide dan tantangan tentang Revolusi  Industri 4.0 yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia dituangkan  dalam buku oleh dosen dan mahasiswa prodi Administrasi Publik Universitas Widya Mataram dalam buku berjudul “TANTANGAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0: TRANSFORMASI INDONESIA EMAS”.

Penulis utama Dr. Oktiva Anggraini, S.I.P, S.Pd., M.Si. mengatakan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 ada sejumlah kendala yang harus direspon adaptif dan bijak oleh pemerintah Indonesia. Salah satunya dengan pengembangan ekonomi kreatif. Dalam buku yang ditulis bersama 38 penulis muda mahasiswa AP, dikupas tentang peluang-peluang di berbagai bidang yang muncul dengan hadirnya Revolusi Industri 4.0. yang tidak pernah terpikir sebelumnya. Persoalan tata kelola pemerintahan dalam peningkatan kualitas E-Government Indonesia di Era 4.0. hingga masalah penanggulangan pengangguran dampak Revolusi Industri 4.0. Buku ini dilengkapi dengan mini riset tentang praktik baik tentang Kampung Tangguh Bencana di Yogyakarta. Hadirnya kajian sederhana ini diharapkan memberi kontribusi bagi pembaca, khususnya yang menekuni persoalan ekonomi pembangunan. Buku terbitan Jejak Pustaka  ini, merupakan buku kedua yang diterbitkan dosen prodi AP bersama mahasiswa. Buku pertama berjudul “YOGYAKARTA SMART CITY COMMUNITY EMPOWERMENT AND STRENGTHENING”.

Pada peluncuran buku (26/2/2025), Kaprodi Administrasi Publik Bapak SL Harjanta, S.I.P, MSi. mengapresiasi kegiatan ilmiah ini dan menilai aktifitas ini dapat menyumbang kinerja dan prestasi ilmiah di kalangan mahasiswa. Ke depan, diharapkan dapat diikuti dengan proses HAKI karya cipta. Peluncuran buku ditandai penyerahan buku oleh wakil penulis muda Dwi Yulianto kepada Kaprodi AP Bapak SL Harjanta, S.I.P, MSi. Bela Novia Astuti, salah satu penulis memberikan kesan bahwa proses penulisan buku ini karena dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan ide kritis dan gagasan kreatif mahasiswa tentang pembangunan dan masalah sosial. Ide positif ini diharapkan dapat diteruskan sehingga mahasiswa semakin terampil mengekpresikan ide-ide mereka secara efektif dan karyanya memberi kontribusi masyarakat akademis.